Tampilkan postingan dengan label Dunia Medis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Medis. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Agustus 2014

Ingin Hidup Lebih Sehat? Jangan Suka Ganti-ganti Dokter Pribadi

Keberadaan dokter tak dapat dipungkiri memberi pengaruh yang besar terhadap status kesehatan seorang individu, apalagi jika sudah saling kenal dalam waktu cukup lama. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda tetap 'setia' dengan satu orang dokter dan tak berganti-ganti dokter.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Univresity of Bristol, Inggris, menyebutkan bahwa Anda sebaiknya tak meremehkan ikatan antara dokter dengan pasien. Sebab kondisi tersebut cukup signifikan memberikan pengaruh terhadap proses kesembuhan si pasien itu sendiri.

Jika seorang pasien sudah sering berkunjung dan mengenal cara dokternya melakukan pengobatan dan begitu juga sebaliknya, para peneliti mengungkapkan bahwa pasien cenderung akan lebih mudah membuka diri dan berbagi masalah kesehatan mereka sejujur-jujurnya.

"Ini bisa jadi karena pasien merasa lebih nyaman dengan dokternya karena mereka merasa 'terhubung'. Sementara dari sisi dokter, ia akan semakin mudah membuat rencana pengobatan karena sudah mengetahui riwayat medis si pasiennya," ungkap Matthew Ridd, salah seorang peneliti dari Bristol.

Untuk membuktikan teori tersebut, para peneliti mengumpulkan data dari 22 klinik praktik di Bristol dan mencatat rekam konsultasi antara 190 pasien dan 30 dokter umum. Mereka ingin melihat apakah durasi konsultasi dan masalah kesehatan dalam praktiknya dipengaruhi oleh kontinuitas pasien dan dokter.

Analisis menunjukkan bahwa hampir sepertiga dari pasien yang sudah mengenal dokternya cukup lama memiliki jangka waktu konsultasi yang lebih lama. Tak hanya itu, isu masalah kesehatan yang dibicarakan sebelum dokter membuat diagnosis juga lebih bervariasi. Kemungkinan ini berarti lebih sedikit kemungkinan dokter salah membuat diagnosis.

"Responden kebanyakan melaporkan hubungan yang kuat dengan dokter harus dibangun dari waktu ke waktu. Ada bukti bahwa pasien lebih 'terbuka' dalam membicarakan masalahnya dengan dokter saat ia sudah sering berkonsultasi sebelumnya," terang Ridd, seperti dikutip dari Times of India, Senin (17/3/2014).

Sumber: health.detik.com

Minggu, 02 Maret 2014

Kriminalitas di Dunia Medis, 6 Perawat Ini Tega Habisi Pasiennya

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Kriminalitas bisa terjadi di mana saja, tak terkecuali di dunia medis. Perawat sebagai salah satu tim medis rumah sakit seharusnya bisa memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh pasiennya. Namun beberapa dari mereka justru tak mau ambil pusing mengurus pasien dan mengambil jalan pintas dengan membunuh pasiennya.

Berikut 6 kisah perawat yang diketahui bersalah karena membunuh pasiennya, seperti dilansir Listverse, Rabu (18/9/2013):

Lainz Angels of Death
1. Lainz Angels of Death

Lainz Angels of Death merupakan 4 perawat yang bekerja di Lainz Hospital, Vienna. Mereka adalah Waltraud Wagner, Irene Leidolf, Maria Gruber dan Stefanija Mayer. Mereka mulai melakukan aksinya pada tahun 1983 dengan alasan kasihan pada penderitaan pasien. Namun kemudian mereka mulai membunuh pasien yang tidak mereka sukai atau pasien dengan kasus yang sulit.

Keempatnya kemudian tertangkap pada tahun 1991 dan mengaku membunuh 48 pasien. Meskipun demikian polisi yakin jumlah korban jauh lebih tinggi, yaitu di atas 200 pasien.

Kristen Gilbert
2. Kristen Gilbert

Ia adalah seorang perawat di Veterans Affairs Medical Center di Northampton, Massachusetts. Kristen diketahui telah membunuh 4 pasiennya. Korban pertama adalah Henry Huddon (35), seorang veteran Angkatan Udara. Korban kedua adalah Kenneth Cutting (41), yang juga seorang veteran tentara. Diikuti oleh Stanley Jagodowski (66) dan Edward Skwira (66), keduanya merupakan dokter hewan. Keempatnya meninggal akibat suntikan epinefrin yang diberikan Kristen.

Kristen dinyatakan bersalah atas 3 tuduhan pembunuhan tingkat pertama, 1 tuduhan pembunuhan tingkat dua, dan 2 tuduhan percobaan pembunuhan. Akibatnya, ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Charles Cullen
3. Charles Cullen

Charles Cullen bekerja di berbagai panti jompo dan rumah sakit di New Jersey dan Pennsylvania. Meskipun ia ditemukan terlibat dalam 29 kasus pembunuhan, Charles justru berkata telah membunuh 40 orang. Selama 16 tahun karirnya sebagai perawat, ia dipecat tidak kurang dari 5 kali dan dipaksa mengundurkan diri dua kali.

Metode pembunuhan yang dilakukan oleh Charles adalah dengan suntikan Digoxin. Ia diketahui biasanya bekerja shift malam sehingga ia merasa lebih mudah melakukan aksinya. Atas kasus ini, Charles menghindari hukuman mati dengan membantu penyelidikan polisi dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Richard Angelo
4. Richard Angelo

Pada tahun 1980-an, Richard Angelo adalah seorang perawat di Good Samaritan Hospital, New York. Dia pertama kali dicurigai setelah pasiennya melakukan tes urin dan hasilnya positif untuk obat yang bahkan belum diresepkan padanya. Obat tersebut kemudian ditemukan di rumah Richard. Richard mengakuinya dan mengatakan bahwa ia membius pasien untuk mengatasi masalah pernapasan mereka.

Dalam total keseluruhan, 25 dari 37 pasien yang telah dibius oleh Richard meninggal sebagai akibat dari perbuatannya. Richard pun dijatuhi hukuman 61 tahun penjara.

Robert Diaz
5. Robert Diaz

Pada tahun 1981, Robert Diaz bekerja shift malam di 3 rumah sakit berbeda. Ia diketahui juga membunuh korbannya dengan menyuntikkan Lidocaine. Sebagian besar korbannya adalah pasien lansia yang sedang dalam perawatan intensif.

Penyelidikan dimulai setelah polisi menerima panggilan telepon dari seorang wanita yang mengidentifikasi 19 pasien yang meninggal di bawah perawatan Robert. Semuanya mengalami pusing dan kejang sebelum akhirnya membiru. Ketika polisi menggeledah rumah Robert, mereka menemukan Lidocaine dan sejumlah obat lain. Robert diduga terlibat dalam 38 kematian dan kemudian meninggal karena penyebab alami di tahun 2010.

Genene Anne Jones
6. Genene Anne Jones

Genene Anne Jones sering menggunakan relaksan otot untuk diam-diam membunuh korbannya. Tidak seperti kasus lainnya, korban Genene kebanyakan justru bayi. Genene bekerja sebagai perawat anak di Bexar County Medical Center, San Antonio. Pada tahun 1981, para perawat di Bexar County mulai menyadari bahwa ada tingkat kematian bayi yang sangat tinggi, yaitu sekitar 46 bayi. Seorang perawat bernama Cheryl Pendergraph memeriksa daftar anak-anak yang meninggal mendadak karena penyebab tak terduga dan membandingkannya dengan daftar perawat. Ia menemukan bahwa semua kematian terjadi ketika Genene sedang bekerja.

Sumber: health.detik.com


Minggu, 26 Januari 2014

5 Kasus Malpraktik dalam Dunia Kedokteran

Korban malpraktik demo. ©2013 Merdeka.com
Ada ungkapan 'Dokter Juga Manusia'. Artinya, sebagai manusia, wajar dong kalau dokter melakukan kesalahan. Ungkapan itu memang benar. Tapi bila melongok kasus-kasus malpraktik yang pernah terjadi, sebagai manusia awam--bukan dokter, anda tentu miris.

Misalnya ketika menyimak kasus-kasus malpraktik di dunia kedokteran selama ini. Di Indonesia misalnya, ada kasus bayi yang salah potong jari, salah tranfusi darah, salah suntik, hingga salah diagnosis yang berujung pada kematian.

Berikut contoh kasus-kasus malpraktik di dunia yang menghebohkan:

1. Salah mencangkok jantung dan paru-paru, sehingga meninggal

Tragis menimpa Jsica Santilln, pasien 17 tahun, imigran Meksiko. Dia meninggal 2 minggu setelah menerima cangkok jantung dan paru-paru dari orang lain dengan golongan darah berbeda. Dokter di Duke University Medical Center gagal memeriksa kompatibilitas sebelum operasi dimulai.

Santilln yang memiliki jenis darah O, telah menerima organ dari tipe donor A. Setelah operasi transplantasi ke dua untuk memperbaiki kesalahan, Jesica malah menderita kerusakan otak dan komplikasi lain hingga meninggal.

Padahal Santilln sudah tiga tahun datang ke Amerika Serikat untuk mencari perawatan jantung dan paru-paru. Transplantasi jantung dan paru-paru oleh Dokter Ahli Bedah Rumah Sakit di Universitas Duke di Durham diharapkan akan memperbaiki kondisi ini, namun bukan kesehatan diraih, tapi kematian.

2. Operasi testis yang salah

Seorang Veteran Air Force Benjamin Houghton mengalami gangguan salah satu testisnya. Dia mengeluh sakit dan mengalami penurunan mentalitas dari testis sebelah kiri. Oleh sebab itu dokter memutuskan untuk menjadwalkan operasi, untuk membuang salah satu testisnya karena takut ada kanker.

Namun apa yang terjadi? Ternyata apa yang dibuang oleh dokter keliru. Dia justru membuang testis yang sehat, yakni sebelah kanan. Benjamin Houghton dan Istrinya kemudian mengajukan ganti rugi sebesar U$D 200 ribu karena kesalahan fatal tersebut

3. Pasca operasi logam tertinggal di dalam

Donald Church memiliki tumor di perut ketika dia berobat ke dokter ahli bedah di Universitas Washington Medical Center di Seattle pada bulan Juni 2000. Ketika dia kembali, tumor sudah tidak ada namun sebuah logam retractor ketinggalan di dalam perut lelaki 49 tahun itu.

Dokter mengakui kesalahan karena meninggalkan logam retractor sepanjang 13 Inci di dalam perut. Untungnya, dokter mampu mengangkat retractor tersebut. Masalahnya, paska pengangkatan, Donald mengalami kesakitan jangka panjang akibat kesalahan tersebut. Rumah sakit setuju untuk membayar ganti rugi sebesar U$D 97 ribu.

4. Bangun ketika dioperasi

Sherman Sizemore, pria dari Virginia Barat, Amerika Serikat, ini mengaku terbangun dari pingsan ketika dioperasi di rumah sakit umum Raleigh Beckley. Dia merasakan setiap sayatan dari pisau bedah yang dilakukan tim dokter. Hal itu menyebabkan dia mengalami trauma selama dua minggu kemudian.

5. Bedah jantung yang salah

Dua bulan setelah dua kali operasi bypass jantung untuk menyelamatkan hidupnya, pelawak dan mantan Pembawa acara Saturday Night Live Cast, Dana Carvey mendapat berita bahwa ahli bedah jantung yang telah mengoperasi salah artery.

Butuh waktu lagi untuk mengoperasi, dan memperbaiki kesalahan yang mengancam membunuh pria 45 tahun itu. Dia kemudian menuntut rumah sakit U$D 7,5 juta. Carvey kemudian membawa perkara ke pengadilan.

Dia mengatakan, ahli bedah telah melakukan kesalahan fatal. "Ini seperti mengeluarkan ginjal yang salah. Ada kesalahan yang besar," demikian seperti dikutip People Magazine.

Sumber: merdeka.com

Rabu, 01 Januari 2014

sains :: Mimpi-mimpi Seperti Ini Bisa Menunjukkan Kondisi Kesehatan Anda

Semua orang pasti pernah bermimpi saat tidur, baik mimpi indah maupun mimpi buruk. Ada banyak cara untuk menafsirkan mimpi, misalnya terkait dengan peruntungan. Secara medis, bisa punya menunjukkan status kesehatan.

Diperkirakan, manusia mengalami mengalami 4-6 mimpi dalam semalam. Namun dari sekian banyak mimpi, hanya sekitar 2-3 yang bisa diingat saat bangun tidur. Dibanding laki-laki, perempuan lebih banyak mengingat mimpi.

Beberapa penelitian mengaitkan jenis-jenis mimpi dengan status kesehatan seperti dikutip dari Daily Mail.


1. Mimpi buruk

Kemungkinan penyebab mimpi buruk adalah pemakaian obat-obat jantung dan tekanan darah tinggi golongan beta blocker, gangguan migrain, maupun kurang tidur. Obat-obat golongan beta blocker diyakini mengubah komposisi kimia otak sehingga memicu terjadinya mimpi buruk.

Lemah jantung juga sering memicu mimpi buruk saat tidur. Hal itu dibuktikan dalam penelitian pada 6.000 orang dan dipublikasikan di Netherland Journal of Medicine. Menurut penelitian ini, seseorang dengan denyut jantung tidak teratur akan mengalami peningkatan risiko mimpi buruk sebanyak 3 kali lipat.

Kemungkinan penyebab lainnya adalah gangguan pernapasan. Berkurangnya pasokan oksigen ke otak memicu perubahan komposisi kimia yang menghadirkan mimpi buruk saat tidur.


2. Mimpi yang muncul lebih sering dari biasanya


Kemungkinan penyebabnya adalah temperatur udara yang terlalu dingin atau terlalu hangat di malam hari. Perubahan hormon, nyeri kronis dan pemakaian antidepresan juga bisa menyebabkan mimpi muncul lebih sering dari biasanya.

Prof Jim Horne, pakar kesehatan tidur dari Loughborough University membenarkan bahwa temperatur udara di malam hari bisa mengubah ritme bermimpi karena kenyamanan tidur terganggu.

"Makin sering tidurnya terganggu, makin besar pula kemungkinan terbangun tengah malam dan itu berarti lebih banyak mengingat mimpi," kata Prof Horne.

Prof Horne menambahkan, pengaruh hormon terhadap mimpi juga bisa diamati pada perempuan yang sedang datang bulan. Biasanya, rasa tidak nyaman membuat para perempuan mengalami gangguan tidur dan sering terbangun sehingga lebih banyak mengingat mimpi. Akibatnya, mimpinya seolah jadi lebih sering.


3. Mimpi diserang


Kemungkinan penyebabnya adalah gangguan pada saraf otak misalnya penyakit Alzheimer dan Parkinson. Kecenderungan untuk sering bermimpi buruk bahkan bisa muncul 10 tahun sebelum gejala Alzheimer muncul.

"Ini bisa menjadi gejala pertama yang kita lihat. Saya mengingatkan orang yang didiagnosis dengan gangguan ini untuk mengamati tanda lain misalnya gangguan saraf, tremor (gemetar) dan ingatan mudah lupa. Tujuannya agar bisa ditangani sejak dini," kata Prof Horne.


4. Mimpi yang membuat orang sering terbangun

Pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu penyebab munculnya mimpi-mimpi yang membuat orang terbangun tengah malam. Makan makanan berlemak, mengalami kegemukan, dan makan karena stres bisa memkicu mimpi jenis ini.

Prof Horne mengatakan makan terlalu banyak apalagi yang berlemak, menyebabkan tekanan pada katup pembatas lambung dengan kerongkongan meningkat. Bila katup terbuka, asam lambung akan naik dan memicu rasa tidak nyaman hingga akhirnya orang tersebut terbangun.


5. Mimpi aneh dan tak terlupakan


Konsumsi alkohol, infeksi, menopause dan penggunaan obat anti malaria bisa memicu mimpi jenis ini. Mimpi-mimpi tak wajar yang terus tergiang-ngiang dalam ingatan saat terbangun dar tidur.

"Cuaca tidak menyenangkan juga bisa menyebabkan kondisi setengah tidur dan setengah bangun, yang memicu mimpi-mimpi aneh," kata Dr Patrick McNamara, ahli saraf dari Boston University Medical School.

Obat malaria sering memicu mimpi aneh karena menganggu pelepasan senyawa asetilkolin di otak. Senyawa tersebut berhubungan dengan kemampuan mengontrol mimpi, sehingga mimpi menjadi aneh-aneh saat kadarnya berkurang.


6. Mimpi erotis


Mimpi tentang hal-hal berbau seksual merupakan hal yang wajar di semua usia, dan meningkat saat beranjak tua. Bahkan sampai usia 60-an tahun, mimpi erotis masih sering muncul dalam tidur.

"Banyak klien kami di usia 60-70 tahun masih mengalami mimpi erotis. Yang mengejutkan, mimpi tersebut tidak benar-benar berhubungan dengan kehidupan seksualnya, tapi justru terkait dengan kreativitasnya," kata seorang psikolog, Ian Wallace.

Sumber: apakabardunia.com

Minggu, 22 Desember 2013

unik aneh :: Iiiiih.... Mayat Jadi Sumber Obat-obatan

Ilustrasi mayat/poskota.co.id
Pada abad ketujuh belas, ilmu kedokteran di Eropa banyak berfokus pada ilmu kedokteran mayat. Para dokter dan ahli kimia mencurahkan energinya untuk menciptakan ramuan obat dengan bahan dasar daging dan tulang manusia.

Dalam ilmu pengobatan saat ini, mayat juga masih digunakan dalam dunia medis, misalnya untuk transplantasi organ.

Seperti dilansir Gizmodo, Minggu (10/6/2012), berikut adalah berbagai jenis obat kuno yang diramu dari mayat manusia. Beberapa bahkan masih dipakai di jaman sekarang... iiih, anehnya.

1. Bubuk Mumi

Sejak abad ke-12 sampai abad ke-17, setiap apotek di Eropa banyak menyediakan bubuk mumi. Mumi adalah makanan kesehatan Abad Pertengahan dan disebut-sebut ampuh menyembuhkan berbagai penyakit dari sakit kepala hingga maag. Plester yang dibuat dari bubuk mumi juga digunakan untuk mengobati tumor.

Permintaan akan bubuk mumi ini jauh lebih banyak dibanding pasokannya karena mumi tidak mudah dicari. Beberapa orang kemudian menggali mayat yang telah kering kemudian menggilingnya dan dijual sebagai 'bubuk mumi'. Toh konsumen juga sulit membedakan.

2. Man Mellified

'Obat' ini dibuat dengan cara seorang pria berusia 70 - 80 tahun hanya dimandikan dan diberi makan madu. Setelah meninggal, biasanya sebulan kemudian, mayatnya disimpan dalam peti mati penuh madu selama 100 tahun. Obat ini digunakan untuk mengobati patah tulang dan cedera. Metode ini ditemukan dalam buku ilmu pengobatan Cina yang ditulis oleh Li Shih-chen pada tahun 1597.

3. The King's Drops

Ramuan ini dibuat dari bubuk tengkorak manusia dan menjadi populer karena sempat dipromosikan kerajan Inggris. Charles II dari Inggris sangat tertarik terhadap ilmu kimia selama masa pengasingannya di Prancis. Ia membeli hak paten obat ini dari Jonathan Goddard, ahli bedah dan profesor di London Gresham College.

King's Drops atau sebelumnya disebut Goddard's Drops ini kemudian menjadi terkenal. Charles II memproduksi dan menjual sendiri obat ini. Obat ini disebut-sebut dapat meningkatkan kesehatan dan kekuatan. Banyak dokter lain mengembangkan obat berbahan dasar tengkorak, salah satunya Sir Kenelm Digby yang mengobati epilepsi dengan tengkorak.

4. Hati dan Darah Gladiator

Di zaman Roma kuno, hati dan darah manusia dianggap obat yang manjur untuk mengobati epilepsi. Paling mujarab lagi jika hati dan darahnya berasal dari gladiator yang sehat, kuat, dan berani. Bahkan, setelah sang galdiator terkena serangan fatal, banyak orang langsung meminum darah dari lengannya yang terpotong. Di sekitar Colosseum waktu itu banyak dijumpai penjual darah segar para gladiator.

5. Sulingan Otak Manusia

Pada abad ke-17, sulingan otak manusia lebih dipercaya mengobati epilepsi daripada hati. Dokter Inggris bernama John French dan ahli kimia Jerman bernama Johann Schroeder menulis ramuan obat ini. French membuat ramuannya dengan menghaluskan otak pemuda kemudian diseduh dengan anggur dan kotoran kuda selama setengah tahun sebelum disuling atau didestilasi.

Schroeder membuat ramuannya dengan melarutkan tiga pon otak manusia dengan air bunga lili, lavender, dan malmsey. Seluruh tubuh mayat kemudian dipotong-potong kecil dan ditumbuk halus untuk dicampur dengan otak manusia dalam penyulingan.

6. Keringat Manusia Mati

Seorang dokter abad ke-17 di Inggris, George Thomson, percaya bahwa tidak ada satupun bagian tubuh manusia yang tidak bermanfaat, termasuk keringat. Keringat seorang pria sekarat atau yang telah meninggal yang diresepkan oleh dokter ini untuk mengobati wasir.

Keringat yang didapat dari tangan pria yang dihukum gantung juga diyakini dapat menyembuhkan kista dan kutil. Bahkan pada abad ke-19, masih banyak praktik orang-orang yang menyentuhkan tangan mayat yang mati digantung ke kista atau kulit yang terkena penyakit.

7. Salep Lemak Manusia

Untuk penderita nyeri sendi, nyeri tulang, kram otot dan kerusakan saraf, sering dianjurkan memakai salep dari lemak manusia yang dicampur bir serta lemak, darah dan sumsum hewan. Di beberapa wilayah di Eropa, para terpidana mati dan musuh perang akan dibawa ke laboratorium pengolahan, di mana mayat-mayatnya direbus dan lemaknya diambil.

Zaman dulu, algojo di Belanda kadang-kadang merangkap juga sebagai ahli bedah dan keesokan harinya ia menjual salep manusia yang dihukum mati tempo hari.

Sebuah artikel di American Journal of Pharmacy tahun 1922 mengatakan salep yang disebut 'Hangman's Salve' atau 'Lemak si Pendosa Malang' itu masih digunakan untuk mengobati tulang yang bergeser atau pincang di Belanda. Namun mengingat Belanda telah melarang hukuman mati sejak 70 tahun lalu, sulit dipastikan bahwa salep ini asli.

8. Kapsul Tai Bao

Obat ini masih digunakan di Cina sampai saat ini. Kapsul Tai Bao diperkirakan berisi bubuk plasenta dan atau jaringan janin yang diaborsi. Obat ini dianggap berkhasiat untuk meningkatkan stamina, mengobati asma, dan mempercantik kulit. Dalam sebuah investigasi yang dilakukan Marry Roach, diketahui dokter di Rumah Sakit Shenzhen di Cina mengakui kapsul ini memang mengandung jaringan janin.

Bulan Mei lalu, petugas bea cukai Korea Selatan menyita pil yang diduga mengandung bubuk jaringan manusia yang berasal dari China, Kementerian Kesehatan China segera melakukan penyelidikan atas tuduhan tersebut. Pejabat Korea Selatan mengaku telah menyita 17.500 pil tersebut sejak tahun lalu.






Sumber: apakabardunia.com

Selasa, 10 September 2013

Penyebab dan Cara Mengobati Asam Urat Menurut Medis

Asam urat atau dalam istilah medisnya Gout adalah pembengkakan pada sendi yang dihubungkan dengan pengaruh tingginya asam urat (penyebab Kristal urat) yang beredar dalam darah yang pada akhirnya mengendap di jaringan sendi.

Secara alamiah, asam urat ini bisa ditemukan dalam darah dan merupakan hasil dari limbah olahan tubuh, utamanya zat yang mengandung purin yang banyak ditemukan pada beberapa jenis makanan tertentu seperti otak, hati , sarden, teri, dan kacang polong dan buncis yang dikeringkan dll.

Sebenarnya asam urat ini tidak tidak dapat menimbulkan peradangan sendi jika saja ginjal kita mampu menyaringnya dari dalam darah kita dengan baik, lalu membuangnya dalam bentuk urin.

Tapi, dengan adanya gangguan fungsi ginjal atau karena keterbatasan fungsi ginjal akibat banyaknya asam urat yang mesti disaring, maka hal ini bisa menyebabkan penumpukan Asam urat di dalam aliran darah (hyperuricemi ) terjadi.

Orang-orang yang rentan terkena penyakit asam urat selain karena factor makanan juga bisa karena pewarisan gen tertentu atau karena faktor kelebihan berat badan.

Dalam beberapa kasus, penyakit asam urat timbul karena adanya penyakit lain yang menyertainya seperti limfoma, leukemia, atau anemia hemolitik sebagai penyebab penumpukan asam urat yang menghasilkan penyakit asam urat.

Perlu kita ketahui pula bahwa Hiperurisemia tidak selalu menyebabkan asam urat namun karena dengan banyaknya kristal urat tersebut , terkadang sel darah putih salah merespon hal ini (dianggap sebagai penyerbu asing) sehinnga sel darah putih membanjiri sendi dan mengelilingi kristal-kristal tersebut. Akibatnya, pada sekitar sendi anda mengalami peradangan ( kemerahan, bengkak, dan nyeri) yang lebih dikenal dengan serangan asam urat.

Bagian yang paling umum mempengaruhi serangan asam urat ini adalah jempol kaki, tumit, pergelangan kaki, tangan, pergelangan tangan, atau siku.

Terkadang pula serangan asam urat bisa mempengaruhi tulang belakang berupa rasa nyeri yang dirasakan pada punggung. Asam urat ini biasanya datang tiba-tiba, hilang setelah 5-10 hari, dan hal ini dapat terus berulang jika kita tidak segera menemukan obat yang tepat.

Pengobatan Medis untuk Penyakit Asam Urat

Tujuan pengobatan untuk Asam urat dengan mengurangi rasa sakit, menghindari serangan selanjutnya yang lebih parah dan mencegah kerusakan sendi jangka panjang.

Selain mengambil obat nyeri yang diresepkan oleh dokter mereka, orang-orang yang mengalami serangan Asam urat dianjurkan untuk beristirahat dan untuk meningkatkan jumlah cairan yang mereka minum.

Serangan akut Asam urat dapat diobati dengan nonaspirin, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) seperti natrium naproxen (Aleve), ibuprofen (Advil), atau indometasin (Indocin). Namun dalam beberapa kasus, obat ini dapat memperburuk ulkus peptikum atau penyakit ginjal.

Dokter juga terkadang menggunakan colchicine (Colbenemid), terutama dalam kasus di mana obat anti-inflamasi tidak dapat digunakan. Colchicine dapat menyebabkan diare, yang cenderung hilang setelah pasien berhenti mengkonsumsinya.

Kortikosteroid seperti prednisone (Deltasone) dan adrenokortikotropik hormon (Acthar) dapat diberikan secara oral atau dapat disuntikkan langsung ke dalam sendi untuk efek yang lebih terkonsentrasi.

Namun, aspirin dan obat terkait erat (salisilat) harus dihindari karena obat ini pada akhirnya dapat memperburuk Asam urat anda.

Setelah serangan akut telah berhasil diobati, dokter berusaha untuk mencegah serangan berikutnya di masa yang akan dating dan kerusakan sendi dalam jangka panjang dengan menurunkan kadar asam urat dalam darah.

Ada dua jenis obat untuk mengurangi hyperuricemia. Obat uricosuric seperti probenesid (Benemid) dan sulfinpyrazone (Anturane) yang dapat menurunkan tingkat asam urat dalam darah dengan menghilangkannya dari tubuh melalui urin. Efek dari Obat ini juga

Allopurinol (Zyloprim), sejenis obat yang disebut xanthine oxidase inhibitor karena dapat menghambat produksi asam urat dalam tubuh dan dapat melarutkan batu ginjal serta mengobati asam urat. Potensi efek samping allopurinol termasuk ruam, kondisi kulit yang dikenal sebagai dermatitis, dan disfungsi hati.

Penyakit asam urat adalah pembengkakan pada sendi karena tingginya asam urat  yang dalam darah yang pada akhirnya mengendap di jaringan sendi. Pemicunya bisa disebabkan oleh faktor makanan, minuman, penyakit ataupun karena faktor gen.

Cara pengobatan medis masih dianggap cara cepat untuk mengatasi penderitaan yang ditimbulkan oleh penyakit asam urat ini. Namun sebenarnya selain dengan obat resep dokter, penyakit asam urat  dapat diatasi dengan beberapa obat ramuan alami yang bisa anda jadikan penyembuhan yang baik dirumah.

Sumber: http://www.duniamedis.net

Selasa, 09 April 2013

Dunia Medis :: 7 Keajaiban Setelah Menangis

Siapa bilang menangis tak ada gunanya? Kelamaan menangis memang bisa bikin mata merah dan bengkak. Tapi jangan salah, menangis dan mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Apa saja?

Dikutip dari Beliefnet, ini dia 7 keajaiban yang bisa Anda dapatkan setelah menangis dan berair mata.

1. Membantu penglihatan

Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

2. Membunuh bakteri

Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

3. Meningkatkan mood

Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata. bldirgantara.blogspot.com

4. Mengeluarkan racun

Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.

5. Mengurangi stres

Bagaimana menangis bisa mengurangi stres? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.
Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi. bldirgantara.blogspot.com

6. Membangun komunitas

Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.

7. Melegakan perasaan

Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.

Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak.

Sumber : http://iniunic.blogspot.com